15 KESALAHAN DALAM MENDESAIN LOGO

Posted on

Tiap orang miliki kapasitas tiap-tiap dalam membuahkan ide untuk sebuah pekerjaan. Namun tentu saja ada hal-hal khusus yang bisa diminimalisir untuk menjauhkan kesalahan. Salah satu pekerjaan yang membutuhkan banyak kehati-hatian adalah mendesain atau buat logo. Tak hanya terkait bersama klien, tetapi kita terhitung perlu bertanggungjawab terhadap publik. Buatlah desain yang baik dan berbanggalah kala logo karya kita tampil dalam bermacam media.

Berikut ini berapa hal yang bisa jadi kesalahan berasal dari seorang desainer kala mendesain logo agar perlu diperhatikan agar Anda bisa membuahkan sebuah karya orisinil yang lahir berasal dari sebuah kreativitas.

1. Desain tidak orisinil. Logo Anda perlu murni berasal dari ide dan pikiran Anda. Strategi logo dan branding jadi satu anggota untuk menciptakan sesuatu yang unik dan mudah diingat untuk klien Anda dan konsumen.

2. Samar / tidak jelas. Setiap logo perlu memberikan pesan kepada audiens. Jika konsumen potensial tidak menyadari apa-apa tentang klien Anda sehabis melihat logo, artinya Anda sudah gagal.

3. Raster. Banyak yang coba jadi desainer logo kala mereka hanya menyadari photoshop. Ingat bahwa logo perlu scalable. Menggunakan software vector semacam Illustrator atau CorelDraw adalah langkah terbaik untuk memicu logo. Pembesaran atau pengecilan gambar tak bakal mempengaruhi kualitas logo.

4. Terlalu rumit. Banyak desainer baru coba untuk memperumit logo mereka bersama memberi tambahan banyak detail, amat banyak kata, slogan, dll. Keep it simple! Logo Anda bakal lebih berkesan.

5. Efek amat berlebihan. Secara umum, Anda perlu menjauhkan bevels berlebihan, bayangan, tekstur, filter dan efek lain amat berlebihan. Dimasa depan, logo bakal digunakan dalam bermacam media maka hal ini perlu diperhatikan.

6. Tipografi. Ada sebagian kesalahan umum yang kerap dibuat kala mendesain sebuah logo. Pertimbangkan sebagian di bawah ini:
• Spasi. Perhatikan kapan Anda perlu memanfaatkan spasi yang lebar dan kapan kala perlu menghemat spasi. Sangat tidak efisien kala Anda memanfaatkan spasi yang panjang kala Anda perlu menghemat ruang.
• Font yang mudah ditebak. Semua orang menyadari Times New Roman, Tahoma, Arial gara-gara mereka font default yang bisa ditemukan setiap hari. Cobalah untuk memanfaatkan sesuatu yang tidak default.
• Font yang mengerikan. Jangan memanfaatkan font seperti Curlz untuk memicu logo Anda. Coba memanfaatkan sederhana, professional dan mudah terbaca kalau untuk obyek audiens khusus atau permintaan klien secara khusus.
• Font amat tipis. Font yang amat tidak tebal kemungkinan terlihat bagus terhadap layar komputer tetapi mereka kemungkinan sulit untuk digunakan untuk proses cetak di atas kertas, kain atau border. Dan tentu saja tak mudah terbaca berasal dari jarak jauh.
• Menggunakan amat banyak jenis font. Cobalah untuk melekat satu font-style (maksimal dua) dalam desain logo Anda. Aturan ini terlebih berlaku kala Anda HANYA laksanakan pekerjaan mendesain logo dan bukan untuk pekerjaan desain lain seperti pembuatan poster atau brosur.

7. Terlalu banyak masukan. Tidak keliru berharap masukan atau pendapat berasal dari orang lain, tetapi kala berlebihan justru bakal memicu Anda semakin bingung dan hanya menggunakan waktu. Klien, kakak, teman, saudara, ibu, tetangga, orang di angkringan dan warung kopi. Mungkin mereka bakal memberi tambahan pendapat mereka yang tidak serupa tetapi itu amat banyak yang tak perlu. Hanya libatkanlah orang-orang yang sesungguhnya diperlukan dalam proses desain logo Anda agar bisa menjadikan pikiran senantiasa fokus terhadap obyek semula.

8. Menggunakan Clipart. Tanpa disadari bagi sebagian desainer, kala pikiran sudah buntu mereka menyita jalur pintas bersama menyita elemen berasal dari clipart yang bertebaran di internet. Cobalah ciptakan karya yang orisinil bagi klien Anda dan mereka tentu bakal amat menghargainya.

9. Tidak bisa digunakan dalam format hitam putih atau grayscale. Satu hal yang penting untuk diingat tentang logo adalah bahwa bakal kerap digunakan dalam output hitam putih atau grayscale. Fax atau cetakan satu warna bakal memanfaatkan logo dalam format satu warna.

10. Non-scalable. Pastikan bahwa klien mendapatkan logo bersama skala pemanfaatan untuk bermacam aplikasi. Logo yang baik perlu bisa di letakkan secara menyadari terhadap billboard ukuran 5 x 10 meter dan perlu bisa tampil baik kala jadi favicon 16px.

11. Tidak menyimak pengaplikasian terhadap media. Ketika memicu sebuah logo, jangan hanya berpikir bahwa sebuah logo hanya bakal tampil di internet (kecuali klien sudah menyebutkan demikian). Bagi sebuah perusahaan besar, logo bakal tampil dalam bermacam media. Pertimbangkanlah bahwa logo Anda bakal bisa diaplikasikan terhadap banyak media di masa depan. Internet, cetak, border, stiker, sablon manual, kaos, signboard dll.

12. Egois. Jangan mendesain logo bersama obyek bahwa hal itu bakal memicu portofolio Anda tampak hebat. Tujuan pertama dan yang paling penting berasal dari setiap desain logo adalah perlu beroriestasi kepada obyek klien meraih obyek audiens mereka jadi lebih efektif.

13. Terlalu abstrak. Logo abstrak bisa jadi terlihat professional untuk sebuah perusahaan. Mereka tak perlu memvisualisasikan secara menyadari apa goal berasal dari perusahaan itu sendiri. Namun desainer sendiri perlu berpikir kapan kala yang pas untuk memanfaatkan logo abstrak.

14. Copycat Logo. Hal terburuk yang perlu dihindari adalah menyalin atau menduplikasi logo lain secara brutal. Selain berefek amat tidak baik bagi reputasi perusahaan, tentu saja Anda bakal melawan hokum bahkan kalau logo yang dicuri sudah miliki hak cipta. Disinilah etika berasal dari desainer amat dipertaruhkan.

15. Kombinasi Warna yang buruk. Secara psikologis, setiap warna membawa makna dan makna tersendiri. Cobalah untuk sesuaikan warna yang Anda memanfaatkan bersama melihat aspek-aspek berasal dari perusahaan pemilik logo sendiri maupun audiens yang jadi obyek pasar.