Cara Menghitung PPh Praktis dan Akurat

Posted on

Cara Menghitung PPh Praktis dan Akurat

Smconsult – Anda sudah pernahkah bekerja sebelumnya atau hingga saat ini masih menjalankan usaha atau bisnis sendiri? Jika dekian, maka Anda wajib untuk membayar Pph yang telah disesuaikan dengan Undang Undang Dasar Nomor 36 Tahun 2008. Tarif pajak penghasilan berdasarkan pada pasal 21 ini sebenarnya relative sama di tiap tahunnya dan merupakan pajak atas pendapatan atau penghasilan bisa berupa upah, tunjangan, gaji, honorarium, pembayaran jasa, kegiatan, pekerjaan oleh orang pribadi, jabatan bahkan pekerja freelance.

Anda sudah tahu belum bagaimana cara tepat menghitung pajak penghasilan pribadi? Jadi Anda bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu termasuk mempersiapkan dananya. Jika belum tahu, berikut ini cara menghitung besarnya pajak penghasilan untuk wajib pajak pribadi.

  1. Pertama-tama, Anda bisa menghitung berapa penghasilan bruto dalam satu tahun, termasuk gaji pokok serta tambahan dari tunjangan lainnya
  2. Setelah itu, lanjutkan dengan menghitung penghasilan tidak kena pajak yang telah disesuaikan dengan status Anda
  3. Hitung pula dari pengurang lainnya termasuk tunjangan biaya jabatan sebesar 5% dan iuran peniun dengan persentase yang sama dari pendapatan bruto. Perlu diketahui jika tunjangan biaya jabatan itu maksila Rp. 6 juta setiap tahunnya dan tunjangan untuk iuran penisuan maksimal itu 2.4 juta tiap tahunnya
  4. Hitung pula pendapatan netto Anda. Cara menghitungnya, penghasilan bruto dikurangi dengan penghasilan tidak kena pajak dikurangi lagi dengan iuran jabatan dan iuran pension
  5. Terakhir kalikan penghasilan netto Anda dengan memakai tarif pajak penghasilan yang telah berlaku.

Untuk lebih jelas dan memahaminya, silahkan perhatikan dengan baik contohnya di bawah ini.

  • Gaji pokok Anda sebesar Rp.6 juta
  • Kemudian Anda mendapatkan tunjangan uang makan, transportasi serta lainnya sebesar Rp. 2 juta
  • Total dari penghasilan bruto adalah Rp. 8 juta
  • Pembayaran iuran pension sebesar Rp. 300 ribu/bulan pada lembaga dana pension yang mana pendiriannya sudah disahkan Menkeu
  • Penghasilan neto= jumlah gaji x12x tarif WP pribadi =Rp 6 juta x12x5%=Rp. 68.400.000
  • Berdasarkan pada UU No.17 2000, struktur dari besarnya PTKP itu meliputi
  1. Untuk wajib pajak pribadi Rp. 2.880.000
  2. Untuk tambahan WP yang telah menikah Rp. 1.440.000
  3. Untuk istri yang memiliki penghasilan dan digabungkan dengan suami Rp. 2.880.000
  4. Untuk tiap anggota keluarga sedarah serta keluarga dengan garis lurus keturunan dan anak angka paling banyak tiga Rp. 1.440.000
  5. Maka akan didapatkan PTKP per tahunnya =WP+WP telah menikah+1 anak=Rp. 5.760.000
  • PKP per tahun =Penghasilan netto-PTKP per tahun =Rp. 62.640.000
  • Pajak penghasilan per tahun =PKP pertahun x tarih Bentuk Usaha Tetap =62.640.00×10%= Rp. 6.264.000

Dengan ini diperoleh pajak penghasilan tiap bulannya Rp. 6.264.000:12= Rp. 522.000